Nyeri Dada pada Anak, Berbahayakah? (Terkait Kelainan Jantung)

Diperbarui 15/10/2021

Bagaimana dengan nyeri dada yang disebabkan oleh jantung?

Penyakit jantung misalnya peradangan selaput jantung (perikarditis), penumpukan cairan di rongga jantung (efusi perikardial), peradangan otot jantung (miokarditis), kelainan otot jantung (kardiomiopati), penyakit jantung bawaan, kelainan katup jantung, atau hipertensi paru dapat menyebabkan keluhan nyeri dada. Anak juga dapat mengalami kelainan pembuluh darah koroner, meskipun sangat jarang, jika terdapat riwayat penyakit Kawasaki atau peradangan pembuluh darah karena sebab lain.

Nyeri dada terkait kelainan jantung biasanya dipicu atau bertambah berat dengan aktivitas fisis (exertional chest pain), disertai keluhan jantung berdebar atau irama jantung tidak teratur (anak sering melaporkan sebagai ‘my heart feels funny’), nyeri seperti ditekan (atau terdapat beban di atas dada) dan mungkin menjalar, atau diikuti gejala pingsan atau hampir pingsan (pusing disertai mata yang berkunang-kunang/dizziness). Selain itu, penting untuk menggali riwayat penyakit jantung sebelumnya. Apabila anak dicurigai mengalami nyeri dada terkait kelainan jantung, maka anak perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter spesialis kardiologi anak. Untuk menyingkirkan kelainan jantung, umumnya dibutuhkan pemeriksaan tambahan berupa rekam listrik jantung (elektrokardiografi atau EKG) dan ultrasonografi jantung (ekokardiografi). Pada anak besar, juga dapat dilakukan tes latihan (dengan treadmill atau sepeda statis) untuk melihat apakah gejala nyeri dada dan perubahan EKG terjadi dengan aktivitas fisis atau olahraga.

Jadi, nyeri dada pada anak berbahayakah?

Kendati nyeri dada pada anak merupakan keluhan yang mengkhawatirkan namun ternyata, sebagian besar penyebab nyeri dada pada anak adalah kelainan otot atau tulang yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun anak perlu diperiksakan lebih lanjut ke dokter, jika nyeri dada bersifat menetap atau disertai dengan gejala-gejala yang menunjukkan kelainan yang lebih serius, seperti gangguan pernapasan, nyeri yang memberat dengan aktivitas fisis (exertional chest pain), terdapat keluhan jantung berdebar atau irama jantung tidak teratur, nyeri seperti ditekan dan mungkin menjalar, atau diikuti gejala pingsan atau hampir pingsan.

Ditulis Oleh:
Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A
Ditinjau Oleh:
Dr. Nikmah Salamia Idris, Sp.A(K), PhD
Bagikan Artikel
Ditulis Oleh:
Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A
Ditinjau Oleh:
Dr. Nikmah Salamia Idris, Sp.A(K), PhD
Bagikan Artikel

Dapatkan Informasi Terbaru

Berlangganan newsletter kami dan dapatkan informasi terbaru seputar
Anak Indonesia Sehat!

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Anak Indonesia Sehat
Situs ini dibuat untuk para orang tua sebagai wadah pendukung untuk terciptanya pertumbuhan dan perkembangan Anak Indonesia Sehat.
magnifiercrosschevron-down